๐Ÿญ Hadits Abu Sa Id Al Khudri

Hadits Tentang Abu said al-khudri - Hadits.id. Sekitar 1000 hadits. Berobat dengan abu Jami' At-Tirmidzi Kitab Kedokteran. telah menceritakan kepada kami 'Uqbah bin Kh al id As Sakkauni dari Musa bin Muhammad bin Ibrahim At Taimi dari bapaknya dari Abu Sa'id al Khudri diaj]; telah menceritakan kepada kami ['Uqbah bin Kh al id As Sakkauni] dari DariAbu Sa'id Sa'ad bin Malik bin Sinan Al-Khudri ra, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Tidak boleh ada bahaya dan tidak boleh membahayakan orang lain." (Hadits hasan riwayat Ibnu Majah, Ad-Daraquthni dan yang lain. Imam Malik dalam Al-Muwaththa' dari Amr bin Yahya, dari ayahnya, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, tanpa Perawi Abu Sa'id Al Khudri Ulama hadits: Ibnul Jauzi Nama kitab: Al 'Ilal Al Mutanahiyah Nomor: 1/121 Derajat hadits: Perawi: Abu Umamah Al Bahili Ulama hadits: Muhammad Nashiruddin Al Albani Nama kitab: As Silsilah Al Ahadits Adh Dha'ifah Nomor: 5761 Derajat hadits: Maudhu' (palsu) Rasulullahjuga bersabda dalam hadits Abu Sa'id al-Khudri : ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุบู’ู†ู ูŠูุบู’ู†ูู‡ู ุงู„ู„ู‡ู "Siapa yang menampakkan kecukupan niscaya Allah akan membuatnya kaya." (HR. al-Bukhari no. 1469 dan Muslim no. 1745) May 25, 2016 Edy Gojira artikel ku 1. AbuSaid al Khudri, dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, ia bersabda: "Seorang yang berjihad di jalan allah sudah dijamin oleh allah, baik allahdari [Abu Said al Khudri], dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, ia bersabda: "Seorang yang berjihad di jalan allah sudah dijamin oleh allah, baik allah Sub Bacajuga: Sekolah Hadis El-Bukhari Institute Membuka Pendaftaran Member Baru. Abu Sa'id Al-Khudri r.a. meninggal pada tahun 70 an hijriyah. Artinya beliau termasuk sahabat muda dan banyak meriwayatkan hadis dari Rasulullah saw. Umumnya memang sahabat yang meriwayatkan hadis itu yang umurnya panjang, wafatnya di atas tahun 50 hijriyah. DariAbu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ' Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman ." (HR. Muslim) [HR. AbuSa'id yang terdapat dalam sanad hadis ini bukanlah Abu Sa'id ibnul Mala seperti yang diduga oleh Ibnul Asir di dalam kitab Jami'ul Usul-nya dan orang-orang yang mengikuti pendapatnya. telah menceritakan kepada kami Hisyam, dari Muhammad ibnu Ma'bad, dari Abu Sa'id Al-Khudri yang menceritakan bahwa ketika kami berada dalam suatu MemahamiHadist Riba (Studi Hadits 272, dari Abu Sa'id Al Khudri) Allah strictly forbids usury, but today's world is filled with usury. And it is affirmed that the exchange of one sha "bad quality dates for two sha" good quality dates ", can be explained firstly to characterize an event, not as a condition relating to a law". . ๏ปฟFATWA DEWAN SYARIโ€™AH NASIONAL Nomor 05/DSN-MUI/IV/2000TentangJual Beli Salamุจูุณู’ู…ู ูฑู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูฑู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽูฐู†ู ูฑู„ุฑู‘ูŽุญููŠู…ูDewan Syariโ€™ah Nasional setelah Menimbang bahwa jual beli barang dengan cara pemesanan dan pembayaran harga lebih dahulu dengan syarat-syarat tertentu, disebut dengan salam, kini telah melibatkan pihak perbankan; bahwa agar cara tersebut dilakukan sesuai dengan ajaran Islam, DSN memandang perlu menetapkan fatwa tentang salam untuk dijadikan pedoman oleh lembaga keuangan syari'ah. Mengingat Firman Allah QS. al-Nisa' [4] 29ูŠูŽุข ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆู’ุง ู„ุงูŽุชูŽุฃู’ูƒูู„ููˆู’ุง ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูŽูƒูู…ู’ ุจูŽูŠู’ู†ูŽูƒูู…ู’ ุจูุงู„ู’ุจูŽุงุทูู„ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ุชูุฌูŽุงุฑูŽุฉู‹ ุนูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽุงุถู ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’... โ€œHai orang yang beriman! Janganlah kalian saling memakan mengambil harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan sukarela di antaramuโ€ฆโ€. Firman Allah QS. al-Maโ€™idah [5] 1 ูŠูŽุข ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆู’ุง ุฃูŽูˆู’ูููˆู’ุง ุจูุงู„ู’ุนูู‚ููˆู’ุฏู โ€ฆ โ€œHai orang yang beriman! Penuhilah akad-akad itu โ€ฆโ€. Hadis Nabi SAW. ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู’ ุณูŽุนููŠู’ุฏู ุงู„ู’ุฎูุฏู’ุฑููŠู’ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ุฃูŽู†ูŽู‘ ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุขู„ูู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ูู‘ู…ูŽุง ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุนู ุนูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽุงุถูุŒ ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจูŠู‡ู‚ูŠ ูˆุงุจู† ู…ุงุฌู‡ ูˆุตุญุญู‡ ุงุจู† ุญุจุงู† Dari Abu Sa'id Al-Khudri bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya jual beli itu harus dilakukan suka sama suka." HR. al-Baihaqi dan Ibnu Majah, dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban. Hadis riwayat Bukhari dari Ibn 'Abbas, Nabi bersabda ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุณู’ู„ูŽููŽ ูููŠ ุดูŽูŠู’ุกู ููŽูููŠู’ ูƒูŽูŠู’ู„ู ู…ูŽุนู’ู„ููˆู…ู ูˆูŽูˆูŽุฒู’ู†ู ู…ูŽุนู’ู„ููˆู…ู ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽุฌูŽู„ู ู…ูŽุนู’ู„ููˆู…ู. "Barang siapa melakukan salaf salam, hendaknya ia melakukan dengan takaran yang jelas dan timbangan yang jelas, untuk jangka waktu yang diketahui" HR. Bukhari, Shahih al-Bukhari [Beirut Dar al-Fikr, 1955], jilid 2, h. 36 Hadis Nabi riwayat jama'ah ู…ูŽุทู’ู„ู ุงู„ู’ุบูŽู†ููŠูู‘ ุธูู„ู’ู…ูŒ ... "Menunda-nunda pembayaran yang dilakukan oleh orang mampu adalah suatu kezaliman ..." Hadis Nabi riwayat Nasa'i, Abu Dawud, Ibu Majah, dan Ahmad ู„ูŽูŠูู‘ ุงู„ู’ูˆูŽุงุฌูุฏู ูŠูุญูู„ูู‘ ุนูุฑู’ุถูŽู‡ู ูˆูŽุนูู‚ููˆู’ุจูŽุชูŽู‡ู "Menunda-nunda pembayaran yang dilakukan oleh orang mampu menghalalkan harga diri dan pemberian sanksi kepadanya." Hadis Nabi riwayat Tirmidzi ุงูŽู„ุตูู‘ู„ู’ุญู ุฌูŽุงุฆูุฒูŒ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุตูู„ู’ุญู‹ุง ุญูŽุฑูŽู‘ู…ูŽ ุญูŽู„ุงูŽู„ุงู‹ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุญูŽู„ูŽู‘ ุญูŽุฑูŽุงู…ู‹ุง ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุดูุฑููˆุทูู‡ูู…ู’ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุดูŽุฑู’ุทู‹ุง ุญูŽุฑูŽู‘ู…ูŽ ุญูŽู„ุงูŽู„ุงู‹ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุญูŽู„ูŽู‘ ุญูŽุฑูŽุงู…ู‹ุง ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ ุนู† ุนู…ุฑูˆ ุจู† ุนูˆู. โ€œPerdamaian dapat dilakukan di antara kaum muslimin kecuali perdamaian yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram; dan kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haramโ€ HR. Tirmidzi dari Amr bin Auf. Ijma. Menurut Ibnul Munzir, ulama sepakat ijmaโ€™ atas kebolehan jual beli dengan cara salam. Di samping itu, cara tersebut juga diperlukan oleh masyarakat Wahbah, 4/598. Kaidah fiqh ุงูŽู„ุฃูŽุตู’ู„ู ููู‰ ุงู„ู’ู…ูุนูŽุงู…ูŽู„ุงูŽุชู ุงู’ู„ุฅูุจูŽุงุญูŽุฉู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฏูู„ูŽู‘ ุฏูŽู„ููŠู’ู„ูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุชูŽุญู’ุฑููŠู’ู…ูู‡ูŽุง. โ€œPada dasarnya, semua bentuk muamalah boleh dilakukan kecuali ada dalil yang mengharamkannya.โ€ Memperhatikan Pendapat peserta Rapat Pleno Dewan Syari'ah Nasional pada hari Selasa, tanggal 29 Dzulhijjah 1420 H./4 April 2000. MEMUTUSKAN Menetapkan FATWA TENTANG JUAL BELI SALAM Pertama Ketentuan tentang Pembayaran Alat bayar harus diketahui jumlah dan bentuknya, baik berupa uang, barang, atau manfaat. Pembayaran harus dilakukan pada saat kontrak disepakati. Pembayaran tidak boleh dalam bentuk pembebasan hutang. Kedua Ketentuan tentang Barang Harus jelas ciri-cirinya dan dapat diakui sebagai hutang. Harus dapat dijelaskan spesifikasinya. Penyerahannya dilakukan kemudian. Waktu dan tempat penyerahan barang harus ditetapkan berdasarkan kesepakatan. Pembeli tidak boleh menjual barang sebelum menerimanya. Tidak boleh menukar barang, kecuali dengan barang sejenis sesuai kesepakatan. Ketiga Ketentuan tentang Salam Paralel ุงู„ุณู„ู… ุงู„ู…ูˆุงุฒูŠ Dibolehkan melakukan salam paralel dengan syarat, akad kedua terpisah dari, dan tidak berkaitan dengan akad pertama. Keempat Penyerahan Barang Sebelum atau pada waktunya Penjual harus menyerahkan barang tepat pada waktunya dengan kualitas dan jumlah yang telah disepakati. Jika penjual menyerahkan barang dengan kualitas yang lebih tinggi, penjual tidak boleh meminta tambahan harga. Jika penjual menyerahkan barang dengan kualitas yang lebih rendah, dan pembeli rela menerimanya, maka ia tidak boleh menuntut pengurangan harga diskon. Penjual dapat menyerahkan barang lebih cepat dari waktu yang disepakati dengan syarat kualitas dan jumlah barang sesuai dengan kesepakatan, dan ia tidak boleh menuntut tambahan harga. Jika semua atau sebagian barang tidak tersedia pada waktu penyerahan, atau kualitasnya lebih rendah dan pembeli tidak rela menerimanya, maka ia memiliki dua pilihan membatalkan kontrak dan meminta kembali uangnya, menunggu sampai barang tersedia. Kelima Pembatalan Kontrak Pada dasarnya pembatalan salam boleh dilakukan, selama tidak merugikan kedua belah pihak. Keenam Perselisihan Jika terjadi perselisihan di antara kedua belah pihak, maka persoalannya diselesaikan melalui Badan Arbitrasi Syariโ€™ah setelah tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah. Ditetapkan di Jakarta Tanggal 29 Dzulhijjah 1420 H 4 April 2000 M DEWAN SYARI'AH NASIONAL MAJELIS ULAMA INDONESIA KetuaProf. Ali Yafie SekretarisDrs. H. A Nazri Adlani Konten diambil dari situs Inilah hadits yang menyatakan bahwa orang yang terbiasa ke masjid, itulah ahli iman. Hadits no. 1060 dari Kitab Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi Dari Abu Saโ€™id Al-Khudri radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, ุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู…ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ูŽ ูŠูŽุนู’ุชูŽุงุฏู ุงู„ู’ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏูŽ ููŽุงุดู’ู‡ูŽุฏููˆุง ู„ูŽู‡ู ุจูุงู„ุฅููŠู…ูŽุงู†ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ูŠูŽุนู’ู…ูุฑู ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ ุขู…ูŽู†ูŽ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุขูŠูŽุฉูŽ โ€œApabila kalian melihat seseorang biasa ke masjid, maka saksikanlah bahwa ia beriman. Allah Taโ€™ala berfirman, Orang yang memakmurkan masjid-masjid Allah adalah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.โ€ QS. At-Taubah 18. HR. Ibnu Majah, no. 802; Tirmidzi, no. 3093. Al-Hafih Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dhaโ€™if. Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali menyatakan sanad hadits ini dhaโ€™if Kesimpulan Mutiara Hadits Makna hadits di atas sudah ditunjukkan dalam ayat yang disebut surat At-Taubah ayat 18, sehingga maknanya tetap benar shahih. Siapa saja yang memakmurkan masjid dengan dzikir, shalat dan membaca Al-Qurโ€™an, merekalah orang yang beriman ahli iman. Hadits ini menunjukkan perintah shalat berjamaโ€™ah. Melaksanakan shalat berjamaah itu termasuk sunanul huda petunjuk Rasul yang diperintahkan untuk dilaksanakan di masjid. Memakmurkan masjid termasuk amalan paling mulia dalam Islam. Memakmurkan masjid ada dua bentuk yaitu memperhatikan luarnya seperti memakmurkan dan menjaga kebersihan masjid dan memperhatikan ruh di dalamnya seperti menjaga agar masjid digunakan untuk shalat, dzikir, amalan sunnah hingga diadakannya majelis ilmu. Ingatlah, iman itu sumber kebahagiaan. Referensi Bahjah An-Nazhirin karya Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali, 1 240; Kunuz Riyadh Ash-Shalihin, 13 322-328. โ€” Selesai disusun Senin siang, 14 Jumadats Tsaniyyah 1438 H, Perpustakaan Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul Oleh Muhammad Abduh Tuasikal Biar membuka mudah, downloadlah aplikasi lewat Play Store di sini. Follow Us Facebook Muhammad Abduh Tuasikal Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat Twitter RumayshoCom Instagram RumayshoCom Channel Telegram RumayshoCom Channel Telegram TanyaRumayshoCom Abu Said al-Khudri radhiallahu anhu adalah salah seorang ulamanya para sahabat. Ia termasuk seorang Anshar yang paling banyak meriwayatkan hadits-hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Bahkan termasuk yang terbanyak riwayatnya di antara sahabat lainnya. Nasabnya Nama dan nasab Abu Said al-Khudri adalah Saad bin Malik bin Sinan bin Ubaid bin Tsaโ€™labah al-Abjar -Abjar adalah Khudrah- bin Auf bin al-Harits bin al-Khazraj al-Anshari al-Kahzraji. Yang masyhur dengan kun-yah Abu Said al-Khudri. Masa Rasulullah Abu Said bercerita, โ€œRasulullah datang kepada kami. Kami adalah orang-orang biasa bukan tokoh dari kalangan kaum muslimin. Aku kira Rasulullah tidak mengenal salah seorang dari kami. Sebagian dari kami hampir-hampir tak berpakaian. Rasulullah mengisyaratkan bentuk lingkarangan dengan tangannya. Beliau bersabda, โ€œDengan apa kalian saling mengingatkan?โ€ Mereka menjawab, โ€œIni ada seseorang yang membacakan Alquran kepada kami dan mendakwahi kami.โ€ Beliau berkata, โ€œSerulah! Mengapa kalian bersamanya.โ€ Kemudian beliau berkata, โ€œSegala puji bagi Allah yang menjadikan untuk umatku seseorang yang aku perintahkan untuk bersama mereka.โ€ Beliau melanjutkan, โ€œBerilah kabar gembira pada orang-orang beriman yang miskin bahwa mereka akan lebih dahulu masuk surge dibanding orang-orang kaya pada hari kiamat kelak dengan lama 500 tahun lebih awal. Mereka berada di dalam surga dan menikmati kenikmatannya. Sementara orang-orang kaya masih dihisab.โ€ HR. Abu Dawud. Masa Para Sahabat Saat orang-orang membaiat Yazid bin Muawiyah, cucu Nabi, Husein bin Ali radhiallahu anhuma tidak membaiatnya. Mendengar kabar tersebut, orang-orang Kufah mengirimi Husein surat. Mengajaknya untuk datang ke Kufah. Awalnya Husein menolak. Kemudian mereka mengajak Muhammad bin al-Hanafiyah saudara seayah dengan Husein bin Ali. Beliau pun menolak. Mereka kembali membujuk Husein, Husein berkata, โ€œSesungguhnya mereka ini hendak memangsa kita dan bersemangat mengucurkan darah kita.โ€ Bujukan dan godaan orang-orang kufah ini membuat Husein risau. Terkadang beliau merasa condong kepada mereka. Terkadang ia tidak ingin keluar. Kemudian datanglah Abu Said al-Khudri, ia berekata, โ€œHai Abu Abdullah kun-yah Husein, sungguh aku termasuk pemberi nasihat untuk Anda. Aku adalah orang yang menyayangimu. Sampai kabar padaku bahwa para pendukungmu di Kufah mengirimimu surat. Mereka mengajakmu menuju mereka. Jangan kau keluar! Sungguh aku mendengar ayahmu saat di Kufah, ia berkata, โ€œDemi Allah, aku telah membuat mereka bosan dan marah. Mereka pun membuatku bosan dan marah. Tidak kudapati sifat memenuhi janji pada mereka. Siapa yang selamat dari mereka, dia telah selamat dari panah yang jelek. Demi Allah, tidak ada keteguhan dan ketetapan hati dalam suatu urusan. Tidak ada kesabaran pada mereka saat menghadapi pedang.โ€ Masa Tabiโ€™in Pada saat terjadi kekacauan di Kota Madinah, Abu Said al-Khudri keluar dan bersembunyi di sebuah goa. Ia disusul oleh seorang pasukan Syam. Kata Abu Said, โ€œSaat ia melihatku, ia hunus pedangnya menginginkanku. Saat ia dekat denganku, ia arahkan pedangnya padaku. Kutahan pedangku. Dan kubaca firman Allah, ุฅูู†ูู‘ูŠ ุฃูุฑููŠุฏู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุจููˆุกูŽ ุจูุฅูุซู’ู…ููŠ ูˆูŽุฅูุซู’ู…ููƒูŽ ููŽุชูŽูƒููˆู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ูˆูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุฌูŽุฒูŽุงุกู ุงู„ุธูŽู‘ุงู„ูู…ููŠู†ูŽ โ€œSesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan membawa dosa membunuhku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalimโ€. [Quran Al-Maidah 29] Mendengar hal itu, ia bertanya, โ€œSiapa Anda?โ€ โ€œAku Abu Said al-Khudriโ€, jawabku. โ€œSahabatnya Rasulullah?โ€ tanyanya. โ€œIyaโ€, jawabku. Ia pun berlalu dan meninggalkanku. Riwayat Abu Said โ€“ Dari Ismail bin Raja bin Rabiโ€™ah dari ayahnya. Ia berkata, โ€œKami bersama Abu Said al-Khudri saat ia sedang sakit yang mengantarkannya pada wafat. Ia mengalami pingsan. Kemudian saat tersadar, kami berkata padanya, Shalat, Abu Saidโ€™. Ia berkata, Kafanโ€™. Abu Bakr perwari berkata, Ia menginginkan kafan. Kemudian ia menyebutkan beberapa hadits yang ia riwayatkan dari Nabiโ€™.โ€ โ€“ Terdapat suatu riwayat ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽู†ูŽุง ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุจู’ู†ู ู…ูŽุณู’ู„ูŽู…ูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ู…ูŽุงู„ููƒู ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุจู’ู†ู ุฃูŽุจููŠ ุตูŽุนู’ุตูŽุนูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู‡ู ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุณูŽุนููŠุฏู ุงู„ู’ุฎูุฏู’ุฑููŠูู‘ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูŠููˆุดููƒู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ู…ูŽุงู„ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุบูŽู†ูŽู…ูŒ ูŠูŽุชู’ุจูŽุนู ุจูู‡ูŽุง ุดูŽุนูŽููŽ ุงู„ู’ุฌูุจูŽุงู„ู ูˆูŽู…ูŽูˆูŽุงู‚ูุนูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุทู’ุฑู ูŠูŽููุฑูู‘ ุจูุฏููŠู†ูู‡ู ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ููุชูŽู†ู โ€œTelah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Abdurrahman bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Shaโ€™Shaโ€™ah dari bapaknya dari Abu Saโ€™id Al Khudri bahwa dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda โ€œHampir saja terjadi suatu zaman harta seorang muslim yang paling baik adalah kambing yang digembalakannya di puncak gunung dan tempat-tempat terpencil, dia pergi menghindar dengan membawa agamanya disebabkan takut terkena fitnahโ€.โ€ HR. Al-Bukhari. โ€“ Abu Said al-Khudri meriwayatkan sebuah hadits ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑูŽุŒ ุซูู…ูŽู‘ ูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุฃูŽุฎู’ุฑูุฌููˆู’ุง ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ู…ูุซู’ู‚ูŽุงู„ู ุญูŽุจูŽู‘ุฉู ู…ูู†ู’ ุฎูŽุฑู’ุฏูŽู„ู ู…ูู†ู’ ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ูุŒ ููŽูŠูุฎู’ุฑูŽุฌููˆู’ู†ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ู‚ูŽุฏ ูุงุณู’ูˆูŽุฏูู‘ูˆุง ููŽูŠูู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู†ูŽ ูููŠ ู†ูŽู‡ู’ุฑู ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุกู -ุฃูŽูˆู ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉูุŒ ุดูŽูƒูŽู‘ ู…ูŽุงู„ููƒูŒ- ููŽูŠูŽู†ู’ุจูุชููˆู’ู†ูŽ ูƒูŽู…ูŽุง ุชูŽู†ู’ุจูุชู ุงู„ู’ุญูŽุจูŽู‘ุฉู ูููŠ ุฌูŽุงู†ูุจู ุงู„ุณูŽู‘ูŠู’ู„ูุŒ ุฃูŽู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฑูŽ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ูŽุง ุชูŽุฎู’ุฑูุฌู ุตูŽูู’ุฑูŽุงุกูŽ ู…ูู„ู’ุชูŽูˆููŠูŽุฉู‹ุŸ โ€œSetelah penghuni Surga masuk ke Surga, dan penghuni Neraka masuk ke Neraka, maka setelah itu Allah pun berfirman Keluarkan dari Neraka orang-orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi iman!โ€™ Maka mereka pun dikeluarkan dari Neraka. Hanya saja tubuh mereka sudah hitam legam bagaikan arang. Lalu mereka dimasukkan ke sungai kehidupan, maka tubuh mereka tumbuh berubah, sebagaimana tumbuhnya benih yang berada di pinggiran sungai. Tidakkah engkau perhatikan, bahwa benih itu tumbuh berwarna kuning dan berlipat-lipat?โ€ HR. Al-Bukhari dari Abu Saโ€™id al-Khudriy Radhiyallahu anhu. โ€“ Abu Said juga meriwayatkan sebuah hadits ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ุจู’ู†ู ุนูุจูŽูŠู’ุฏู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽู†ูŽุง ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ู ุจู’ู†ู ุณูŽุนู’ุฏู ุนูŽู†ู’ ุตูŽุงู„ูุญู ุนูŽู†ู’ ุงุจู’ู†ู ุดูู‡ูŽุงุจู ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุฃูู…ูŽุงู…ูŽุฉูŽ ุจู’ู†ู ุณูŽู‡ู’ู„ู ุจู’ู†ู ุญูู†ูŽูŠู’ูู ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ุณูŽู…ูุนูŽ ุฃูŽุจูŽุง ุณูŽุนููŠุฏู ุงู„ู’ุฎูุฏู’ุฑููŠูŽู‘ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฃูŽู†ูŽุง ู†ูŽุงุฆูู…ูŒ ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูŽ ูŠูุนู’ุฑูŽุถููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠูŽู‘ ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ู‚ูู…ูุตูŒ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ู…ูŽุง ูŠูŽุจู’ู„ูุบู ุงู„ุซูู‘ุฏููŠูŽู‘ ูˆูŽู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ู…ูŽุง ุฏููˆู†ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ูˆูŽุนูุฑูุถูŽ ุนูŽู„ูŽูŠูŽู‘ ุนูู…ูŽุฑู ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽู‘ุงุจู ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู‚ูŽู…ููŠุตูŒ ูŠูŽุฌูุฑูู‘ู‡ู ู‚ูŽุงู„ููˆุง ููŽู…ูŽุง ุฃูŽูˆูŽู‘ู„ู’ุชูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุฏูู‘ูŠู†ูŽ Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ubaidillah berkata, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Saโ€™d dari Shalih dari Ibnu Syihab dari Abu Umamah bin Sahal bin Hunaif bahwasanya dia mendengar Abu Said Al Khudri berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda โ€œKetika aku tidur, aku bermimpi melihat orang-orang dihadapkan kepadaku. Mereka mengenakan baju, diantaranya ada yang sampai ke buah dada dan ada yang kurang dari itu. Dan dihadapkan pula kepadaku Umar bin Al Khaththab dan dia mengenakan baju dan menyeretnya. Para sahabat bertanya โ€œApa maksudnya hal demikian menurut engkau, ya Rasulullah?โ€ Beliau shallallahu alaihi wa sallam menjawab โ€œAd-Din agama.โ€ HR. Al-Bukhari. โ€“ Riwayat berikutnya ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู’ ุณูŽุนููŠู’ุฏู ุงู„ู’ุฎูุฏู’ุฑููŠูู‘ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู ุงู„ู†ูู‘ุณูŽุงุกู ู„ูู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุบูŽู„ูŽุจูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุงู„ุฑูู‘ุฌูŽุงู„ู, ููŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ู…ูู†ู’ ู†ูŽูู’ุณููƒูŽ. ููŽูˆูŽุนูŽุฏูŽู‡ูู†ูŽู‘ ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ู„ูŽู‚ููŠูŽู‡ูู†ูŽู‘ ูููŠู’ู‡ู ููŽูˆูŽุนูŽุธูŽู‡ูู†ูŽู‘ ูˆูŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽู‡ูู†ูŽู‘, ููŽูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠู’ู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ูู†ูŽู‘ ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ูƒูู†ูŽู‘ ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉูŒ ุชูู‚ูŽุฏูู‘ู…ู ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉูŒ ู…ูู†ู’ ูˆูŽู„ูŽุฏูู‡ูŽุง ุฅูู„ุงูŽู‘ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ุญูุฌูŽุงุจู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽุชู ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉูŒ ูˆูŽุงุซู’ู†ูŽูŠู’ู†ูุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽุงุซู’ู†ูŽูŠู’ู†ู. Dari Abu Saโ€™id al-Khudri menceritakan bahwa sejumlah para wanita berkata kepada Nabi โ€œKaum lelaki lebih banyak bergaul denganmu daripada kami, maka jadikanlah suatu hari untuk kamiโ€. Nabi menjanjikan mereka suatu hari untuk bertemu dengan mereka guna menasehati dan memerintah mereka. Diantara sabda beliau saat itu โ€œTidak ada seorang wanitapun yang ditinggal mati oleh tiga anaknya kecuali akan menjadi penghalang baginya dari nerakaโ€. Seorang wanita bertanya โ€œBagaimana kalau Cuma dua?โ€. Nabi menjawab โ€œSekalipun Cuma duaโ€ HR. Al-Bukhari. Al-Khatib al-Baghdadi berkata tentang Abu Said al-Khudri, โ€œDia termasuk sahabat yang paling utama dan penghafal hadits yang banyak.โ€ Wafat Ada beberapa pendapat tentang tahun wafat Abu Said al-Khudri. Ada yang mengatakan beliau wafat tahun 74 H. Ada pula yang mengatakan 64 H. Al-Madaini mengatakan, โ€œIa wafat tahun 63 Hโ€. Sedangkan al-Askari mengatakan, โ€œIa wafat tahun 65 H.โ€ Semoga Allah meridhainya. Diterjemahkan dari Oleh Nurfitri Hadi nfhadi07 Artikel KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI +62813 26 3333 28

hadits abu sa id al khudri